web analytics
  

DJ Tommy Fans | Luv’s Bar & Dine – Thursday 1 November

Soundslike
Classic Disco, House, Progressive

Hails From
Jakarta


Has Been

Bicara tentang DJ yang satu ini, sama dengan membuka sejarah tentang perjalanan dance music di Jakarta. Setelah sempat menjadi vokalis sebuah band, Tommy Fans belajar menjadi DJ dengan cara yang unik pada saat itu, yaitu menggunakan kaset. Lantas setelah menguasai, Tommy mulai menjadi DJ di Q Club Medan pada tahun 1984, dan akhirnya hijrah ke Jakarta pada tahun 86 dan bekerja di Nautilus Disco dan setahun kemudian di Hollywood East dan mulai mengikuti kompetisi DJ se-Indonesia. Walaupun tahun pertama gagal, Tommy pun memenangi kompetisi tahun berikutnya dan menjadi satu satunya DJ Asia yang berlaga di kejuaraan dunia DMC di London pada tahun 91. Prestasi lainnya yaitu juara festival DKI tahun 88, juara Indonesia tahun 89, Asean Open DJ tahun 90. Tommy pula yang mempelopori produksi piringan hitam di Amerika untuk pasar lokal hingga Asia Tenggara. Tahun 2010, Tommy membentuk grup DJ Lawas, sebuah komunitas DJ jadul yang aktif dalam penggalangan dana dan membantu sesama rekan DJ.

Talking about DJ Tommy Fans is like reading a chapter in a book on the history of dance music in Jakarta. After a stint as a vocalist in a band, Tommy Fans learned to be a DJ, in what was considered unusual even back then, through tapes. Once he mastered his lessons, Tommy became a DJ in the Q Club in Medan in 1984. He went to Jakarta in 1986 and worked in Nautilus Disco before moved on to Hollywood East a year later and entered the Indonesian DJ competition. His first year in the competition was a failure. He began his winning streak in the second year and became the only Asian DJ to perform in the 1991 World DMC championship in London. His other achievements include winning at the DKI Festival in 1988, Indonesian champion in 1989, and ASEAN DJ Open champion in 1990. Tommy also initiated the production of American LPs for Southeast Asia market. In 2010 he formed DJ Lawas, a group of old school DJs who actively raise funds to help fellow senior DJs.

Is Now
DJ yang juga sekaligus pemilik Irama Fans Senada recording ini, juga sibuk berbisnis. Selain itu, jabatannya adalah Music Director dan masih sering tampil di klab. Salah satunya adalah program ‘Classical Night with Tommy Fans & Friends’ yang berisikan para DJ lawas untuk tampil secara reguler di LUV’s Bar & Dine sejak tanggal 4 Oktober hingga bulan Desember mendatang.

Besides being a DJ and owner of Irama Fans Senada Recording, Fans keeps himself busy with his other business ventures. He is also a music director and frequently performs at clubs in programs like Classical Night with Tommy Fans & Friends which features a host of senior DJs on regular basis at LUV’s Bar & Dine since October until December this year.

183 views



Leave a Reply